
Jakarta, Lycos Gears Indonesia
—
Sebanyak 12 perawat di Montefiore Hospital, Bronx, New York,
Amerika Serikat (AS)
, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah pekerjaan mereka digantikan perangkat lunak berbasis
kecerdasan buatan (AI)
.
Kabar gesekan manusia dan AI ini disampaikan oleh New York State Nurses Association (NYSNA), serikat pekerja yang mewakili para perawat di rumah sakit itu.
Salah satu pekerja yang terkena PHK adalah Marilyn Shuler ynag telah bekerja selama 39 tahun sebagai perawat peninjau utilisasi di Montefiore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekerjaan Shuler mencakup membaca rekam medis pasien dan berkomunikasi dengan perusahaan asuransi terkait cakupan biaya perawatan.
Shuler mengaku kecewa dengan keputusan rumah sakit setelah mengabdikan diri selama hampir empat dekade.
“Saya selalu sangat bangga terhadap organisasi tempat saya bekerja selama bertahun-tahun. Diperlakukan seperti ini sangat tidak menghormati dan mengecewakan,” kata Shuler, dikutip dari
The Guardian
, Selasa (14/7).
National Nurses United (NNU), organisasi induk NYSNA, menyebut kasus Shuler sebagai salah satu PHK terkait AI pertama yang mereka tangani.
Serikat pekerja itu selama ini memperingatkan risiko penggunaan AI terhadap pekerjaan perawat dan layanan kesehatan. NNU juga menyusun rancangan hak terkait AI bagi pasien dan perawat serta mendorong perlindungan melalui kontrak kerja dan undang-undang.
PHK di Montefiore berlangsung setelah aksi mogok massal perawat di sejumlah rumah sakit New York City pada Januari 2026. Kontrak baru yang disusun setelah aksi tersebut memasukkan perlindungan terhadap penggunaan AI.
Anggota komite eksekutif serikat pekerja di Montefiore, Shaiju Kalathil, menilai PHK tersebut melanggar kontrak yang baru disepakati.
“Kami sangat marah atas pemutusan hubungan kerja ini karena para perawat yang berdedikasi ini digantikan oleh AI,” katanya.
Menurut Kalathil, penggantian perawat dengan AI juga perlu menjadi perhatian tenaga kesehatan dan pasien karena dapat memengaruhi masa depan serta kualitas layanan kesehatan.
Lebih lanjut, Shuler mengatakan alur kerja di departemennya berubah tanpa penjelasan setelah para perawat kembali bekerja pada Februari seusai aksi mogok.
Para pekerja kemudian melaporkan perubahan tersebut kepada serikat dan mengirimkan surat elektronik kepada manajemen. Namun, Shuler menyebut pihaknya tidak mendapat tanggapan sampai 28 Mei.
Pada waktu tersebut, seluruh 12 perawat di departemennya menerima pemberitahuan bahwa mereka di-PHK dalam waktu 45 hari.
Shuler menjelaskan pekerjaannya kerap melibatkan komunikasi yang rumit, termasuk mengenai perubahan obat dan perencanaan kepulangan pasien. Menurutnya, tugas semacam itu sulit dilakukan sepenuhnya menggunakan AI.
“AI seharusnya menjadi alat yang digunakan bersama tenaga klinis ahli, bukan untuk menggantikan mereka,” terang Shuler.
Ia menegaskan para perawat tidak menolak teknologi, tetapi mereka mempersoalkan penerapan teknologi baru yang dinilai belum memiliki cukup bukti pendukung.
Montefiore tidak memberikan tanggapan khusus mengenai PHK tersebut. Rumah sakit hanya menyatakan perubahan teknologi diterapkan pada program nonklinis yang berkaitan dengan pekerjaan administrasi.
Wakil Presiden Senior Hubungan Pemerintah dan Komunikasi Strategis Montefiore Joe Solmonese membantah keterangan serikat pekerja dan menyebut klaim NYSNA tidak akurat serta menyesatkan.
“Yang pasti, kami selalu berinvestasi dalam teknologi baru untuk memastikan perawatan dan hasil terbaik bagi pasien kami, dan akan terus melakukannya demi kesejahteraan masyarakat yang kami layani,” katanya.
(lom/dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Lycos Gears]
Baca lagi: Selain Yaqut, KPK Juga Rampungkan Penyidikan 3 Tersangka Kasus Haji
Baca lagi: Ini Dia Daftar Mi Instan Terbaik di Dunia 2026, Ada Indonesia?
Baca lagi: IRGC Klaim Serang 2 Tanker UEA ‘Nakal’ di Selat Hormuz




8 Responses
Analisis biaya dan manfaat yang disajikan dalam artikel ini memberikan dasar pertimbangan yang sangat logis bagi para pengambil keputusan https://teknokrat.ac.id/mahasiswi-s1-manajemen-teknokrat-raih-juara-1-internasional-pada-ibc-2025/
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://kldp.org/node/60992, lumayan buat pelengkap.
Penulis berhasil menghindari penggunaan jargon-jargon yang mengintimidasi, membuat artikel yang kaya ilmu ini tetap membumi dan inklusif bagi semua kalangan https://bresdel.com/blogs/375155/https-www-facebook-com-PeoplesKetoGummiesSouthAfricaFormula
Artikel yang sangat bermanfaat, bahasanya ringan tapi ngena. Oh ya, buat yang mau eksplor lebih jauh bisa cek https://kldp.org/node/63416 rekomen banget buat nambah referensi.
Wah baru kepikiran soal perspektif ini. Makasih admin udah nulis. Tadi sempet browsing juga dan ternyata https://kldp.org/comment/256876 ngebahas hal yang lumayan mirip.
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan https://magic.ly/melmelku/Peran-Generasi-Z-dalam-Aktivisme-Lingkungan ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://blog.aladin.co.kr/autonomist/category/25849?CommunityType=MyPaper&page=4&cnt=43 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/comment/351869 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.