
Jakarta, Lycos Gears Indonesia
—
Kementerian Komunikasi dan Digital (
Komdigi
) memberikan peringatan kepada 25 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang belum memenuhi kewajiban pendaftaran terancam diblokir.
Strava
, aplikasi pelacak kebugaran, merupakan salah satu yang masuk dalam daftar.
Menurut Komdigi 25 PSE Lingkup Privat yang belum mendaftar terdiri atas 15 PSE asing dan 10 PSE domestik, dengan total 57 sistem elektronik berupa website dan aplikasi. Mereka harus segera memenuhi kewajiban pendaftaran paling lambat hari ini, Jumat (3/7).
Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Teguh Afriyadi mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada 25 PSE tersebut. Ia menegaskan, PSE yang sudah menerima surat pemberitahuan untuk segera menyelesaikan proses pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jika sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan PSE belum memenuhi kewajiban pendaftaran, kami akan melakukan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk penyampaian surat peringatan dan penerapan sanksi administratif berupa pemutusan akses layanan (access blocking),” kata Teguh dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (3/7).
Ia mengungkap, ketentuan soal kewajiban pendaftaran PSE Lingkup Privat ini diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.
Pasal 2 dan 4 regulasi tersebut secara tegas mewajibkan setiap PSE Lingkup Privat, baik asing maupun domestik, untuk mendaftarkan sistem elektroniknya.
Berikut daftar 25 PSE yang belum mendaftar ke Komdigi dan terancam diblokir:
Accor S.A
Ana Holdings Inc.
Archipelago International Indonesia
Aryaduta Hotels Group
Banyan Tree Holdings Limited
Barcelo Hotel Group
Best Western International, Inc.
Design Hotels GmbH
DMM.com LLC
Ennismore Holdings LImited
Hotel Indonesia Group (HIG)
Kodland PTE. Ltd.
PT Ayo Indonesia Maju
PT Clarindotama Perdana
PT Kencana Graha Optima
PT Lestari Jaya Indah
Qantas Airways Limited
Qatar Airways Group, Q.C.S.C
SIX CONTINENTS HOTEL, INC.
Solo Paragon Hotel Residences/PT Sunindo Gapura Prima
Stimulver Pvt. Ltd.
Strava Inc
Tauzia Hotel Management
The Ascott Limited (Ascott Indonesia)
WorldHotels, GmbH
Komdigi membuka ruang koordinasi bagi penyelenggara yang mengalami kendala proses pendaftaran. PSE yang menghadapi hambatan teknis diminta menyampaikan tanggapan resmi kepada Komdigi dengan menjelaskan kendala yang dialami, serta melampirkan bukti pendukung, seperti tangkapan layar melalui email.
Komdigi juga mengimbau seluruh PSE Lingkup Privat lainnya yang memenuhi kriteria wajib daftar agar segera melakukan registrasi tanpa menunggu surat pemberitahuan.
“Pendaftaran PSE merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan tata kelola ruang digital yang tertib, aman, dan akuntabel. Melalui pendaftaran, pemerintah dapat memastikan penyelenggaraan sistem elektronik berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Teguh.
(dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Lycos Gears]
Baca lagi: DPR-Pemerintah Kebut RUU IKN Pusat Finansial Internasional Rampung
Baca lagi: Rupiah Lesu ke Rp17.977 per Dolar AS Pagi Ini
Baca lagi: Kata-Kata Prabowo Sambut Hangat Presiden Belarus Lukashenko di Istana


6 Responses
Artikel ini berhasil menjawab beberapa hal yang sedang saya cari. Saya juga sempat membandingkan dengan referensi di https://sites.bubblelife.com/users/zamzowlouche_u823999.
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1673 tadi.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://iclassroom.obec.go.th/cop/abpl/2017/08/15/%E0%B9%81%E0%B8%9C%E0%B8%99%E0%B8%81%E0%B8%B2%E0%B8%A3%E0%B8%88%E0%B8%B1%E0%B8%94%E0%B8%81%E0%B8%B2%E0%B8%A3%E0%B9%80%E0%B8%A3%E0%B8%B5%E0%B8%A2%E0%B8%99%E0%B8%A3%E0%B8%B9%E0%B9%89%E0%B9%80%E0%B8%97/ juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Gaya bahasanya yang segar membuat topik yang awalnya terasa asing menjadi sangat karib di telinga https://www.kufirst.center.ku.ac.th/8765-3/ ditunggu artikel selanjutnya
Wah, tulisannya daging semua nih. Makasih sharing-nya min! Btw kalau ada yang mau cari referensi tambahan, cek aja di http://blood.impact.coc.blog.free.fr/index.php?post/2015/02/22/Utilisation-de-Clash-Caller&pub=1 karena mirip-mirip pembahasannya.
Kedalaman eksposisi dalam artikel ini membuktikan bahwa penulis mengutamakan transfer pengetahuan yang murni dan akuntabel https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=14216&page=1&type=site&rel=1 ini sangat keren kedua artikel ini