
Jakarta, Lycos Gears Indonesia
—
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat pengawasan terhadap pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di ruang digital. Hal ini menyusul semakin masifnya ancaman pelanggaran.
Dalam keterangan tertulis, sepanjang 20 Oktober 2024 hingga 14 Juni 2026, Komdigi telah menangani 9.263 kasus, dengan mayoritas temuan pada situs web ilegal.
“Dengan total 9.109 pelanggaran, situs web independen masih menjadi kanal utama distribusi konten bajakan yang mengancam keberlangsungan industri kreatif nasional dan ekosistem digital Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar di Jakarta, Rabu (17/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Alexander media sosial relatif lebih terkendali karena memiliki sistem pelaporan yang lebih ketat. Pelanggaran HKI di ruang digital lebih dari persoalan distribusi konten ilegal, tetapi juga ancaman nyata terhadap keberlangsungan ekonomi kreatif nasional.
“Kami melihat pola pelanggaran HKI saat ini semakin terorganisir dan masif, terutama melalui situs web ilegal yang terus bermunculan dengan domain baru,” ujar Alexander.
Di menegaskan Komdigi terus meningkatkan sistem pengawasan, meningkatkan kolaborasi dengan platform digital dan pemangku kepentingan terkait, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem digital yang sehat.
“Negara harus hadir untuk memastikan para kreator mendapatkan perlindungan yang layak atas karya mereka,” ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Jenderal Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) Elvira Lestari menyatakan industri streaming memperkuat strategi kolaboratif untuk menutup celah pembajakan digital.
“Data menunjukkan 98 persen pelanggaran HKI terjadi di situs web. Ini adalah tantangan besar bagi kami,” kata Elvira.
Menurutnya strategi AVISI ke depan akan berfokus pada
follow the money
.
“Kami bekerja sama dengan penyedia pembayaran dan pengiklan untuk memastikan situs-situs ilegal ini tidak mendapatkan pemasukan,” ujarnya.
“Kami juga terus memperkuat sinergi dengan Komdigi untuk mempercepat proses takedown situs-situs tersebut sebelum mereka sempat berganti domain,” imbuh Elvira.
Secara keseluruhan, sepanjang periode 20 Oktober 2024 hingga 14 Juni 2026 Komdigi telah menangani 4.550.790 konten negatif di ruang digital Indonesia.
Meski jumlah pelanggaran HKI tidak sebesar kasus perjudian online atau konten negatif lainnya, perlindungan terhadap kekayaan intelektual dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan industri kreatif nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Pemerintah bersama pelaku industri juga mengajak masyarakat untuk menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab dengan mengakses serta mendukung konten legal sebagai bentuk perlindungan terhadap karya anak bangsa.
(tim/sur)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Lycos Gears]
Baca lagi: Jadwal Siaran Langsung Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026
Baca lagi: Kemendikdasmen Usul Tambahan Anggaran Rp40,7 Triliun di 2027
Baca lagi: Perubahan Iklim Picu Ledakan Kasus Malaria di Afrika Selatan

4 Responses
Pembahasan yang menarik membuat artikel ini terasa ringan namun tetap berbobot.https://forums.winterhighland.info/read.php?2,114054,114095
Situs slot gacor dengan berbagai tema permainan kreatif yang mampu memberikan pengalaman bermain lebih seru dan tidak membosankan.heylink.me/nona88ajib
Artikel ini memberikan pemahaman yang lebih luas melalui pembahasan yang lengkap dan rinci.
Konten yang disajikan sangat membantu dalam memahami berbagai aspek penting dari topik yang sedang dibahas. Semoga terus menghadirkan artikel berkualitas seperti https://abes-dn.org.br/diretoria-finaliza-processo-de-planejamento-da-gestao-para-o-bienio-201618/ https://sabns.com/website-list-653/.