Samsung Rilis Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9, Cek Spek dan Harganya

Daftar Isi

Galaxy Watch Ultra 2

Galaxy Watch 9

Fitur kesehatan berbasis AI

Jakarta, Lycos Gears Indonesia

Samsung

resmi memperkenalkan Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 sebagai lini jam tangan pintar terbarunya bersamaan dengan peluncuran ponsel lipat terbaru Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8. Simak spesifikasi dan harganya di Indonesia.

Kedua smartwatch terbaru Samsung disebut membawa peningkatan pada baterai, layar, performa, serta fitur pemantauan kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Tahun ini kita juga meluncurkan line-up ekosistem terbaru kita yaitu adalah Galaxy Watch Series. Kami luncurkan Galaxy Watch Ultra 2 yang terbaru dan juga Galaxy Watch 9,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia dalam sesi Hands-on di Jakarta, Kamis (23/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Galaxy Watch Ultra 2 diposisikan sebagai jam tangan pintar untuk olahraga dan aktivitas luar ruang dengan ketahanan lebih tinggi.

Sementara itu, Galaxy Watch 9 dirancang sebagai perangkat pemantau kesehatan untuk penggunaan sehari-hari.

Kedua perangkat ditenagai Snapdragon Wear Elite Platform yang diklaim menawarkan performa lebih cepat sekaligus konsumsi daya lebih efisien.

Kedua jam tangan pintar tersebut dirancang untuk memantau data kesehatan secara berkelanjutan dan mengolahnya menjadi informasi yang dapat digunakan pengguna dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Galaxy Watch Ultra 2

Galaxy Watch Ultra 2 hadir dalam ukuran 47 mm dengan casing berbahan titanium. Perangkat ini menyasar pengguna yang membutuhkan daya tahan baterai panjang, ketahanan fisik, serta pelacakan aktivitas luar ruang yang lebih mendalam.

Jam tangan pintar tersebut dibekali baterai berkapasitas 800 mAh, meningkat 35 persen dibandingkan Galaxy Watch Ultra generasi sebelumnya.

Samsung juga membekali Galaxy Watch Ultra 2 dengan layar yang memiliki tingkat kecerahan hingga 5.000 nit. Perusahaan mengeklaim angka tersebut menjadikannya jam tangan pintar pertama di dunia dengan tingkat kecerahan layar sebesar itu.

Meski kapasitas baterainya bertambah, Samsung menyebut ketebalan Galaxy Watch Ultra 2 dipangkas hingga 12 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Perangkat ini juga dilengkapi tali jam yang lebih ringan dan lembut.

Untuk aktivitas luar ruang, Galaxy Watch Ultra 2 memiliki fitur Trail Run yang dapat mencatat elevasi, progres pendakian, dan kondisi medan. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan pengguna untuk mengatur ritme berlari dan memantau beban aktivitas.

Samsung turut menghadirkan Nutrition Alert yang memberikan panduan kebutuhan cairan secara waktu nyata. Fitur tersebut melengkapi Sweat Loss dengan memperkirakan cairan yang hilang melalui keringat berdasarkan berat badan pengguna.

Galaxy Watch Ultra 2 juga mengantongi sertifikasi IP69K, ketahanan air 10 ATM, dan standar EN13319 untuk mendukung aktivitas menyelam.

Ketika pengguna masuk ke air, perangkat dapat mencatat kedalaman, durasi penyelaman, dan suhu air. Fitur tambahan untuk melacak kecepatan naik-turun serta batas aman penyelaman akan tersedia melalui aplikasi Ultra 2 Diving yang dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini.

Aplikasi tersebut dikembangkan Samsung bersama produsen peralatan selam Mares.

Galaxy Watch 9

Galaxy Watch 9 tersedia dalam ukuran 40 mm dan 44 mm. Perangkat ini menggunakan casing aluminium dengan desain bantalan atau cushion yang disempurnakan agar lebih nyaman digunakan sepanjang hari.

Jam tangan pintar ini dibekali baterai berkapasitas 390 mAh. Layarnya memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nit sehingga diklaim tetap dapat dibaca dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Sama seperti Galaxy Watch Ultra 2, Galaxy Watch 9 menggunakan Snapdragon Wear Elite Platform untuk mendukung pemantauan kesehatan, pengoperasian aplikasi, dan efisiensi daya.

Samsung menyediakan sejumlah pilihan tali jam untuk Galaxy Watch 9, yakni Sports Band, Misty Band, dan Fabric Band. Sementara Galaxy Watch Ultra 2 mendapat pilihan Marine Band, PeakForm Band, serta Trail Band.

Fitur kesehatan berbasis AI

Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 menggunakan sensor BioActive untuk mengumpulkan data biometrik pengguna. Data tersebut kemudian diolah menjadi informasi dan rekomendasi kesehatan berbasis AI.

Salah satu fitur yang dibawa adalah Sleep Apnea untuk mendeteksi potensi gangguan pernapasan ketika pengguna tidur. Samsung menyebut fitur tersebut didukung algoritma AI dan telah memperoleh persetujuan terbaru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Ada pula fitur Vitals yang memantau kondisi kesehatan dasar pengguna saat tidur dan memberikan notifikasi apabila terdapat perubahan signifikan.

Fitur Heart Health Score menyajikan kondisi kesehatan jantung dalam bentuk skor, sementara Daily Cardio Load memberikan panduan mengenai volume latihan dan perkiraan waktu pemulihan.

Galaxy Watch terbaru juga memiliki Fitness Index untuk menggambarkan tingkat kebugaran fisik pengguna berdasarkan target personal.

Berikut harga Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 di Indonesia:

– Galaxy Watch 9 40 mm: Rp5,999 juta

– Galaxy Watch 9 44 mm: Rp6,499 juta

– Galaxy Watch Ultra 2 47 mm: Rp10,499 juta

(lom)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Lycos Gears]

Baca lagi: Jelang Puncak Kemarau, Wilayah Ini Tak Dapat Hujan Lebih dari 2 Bulan

Baca lagi: Sarwendah Didatangi Debt Collector, Pilih Angkat Kaki dari Rumah Mewah

Baca lagi: Kepala BNN Tegaskan Komitmen Kawal Visi Prabowo Berantas Narkoba

4 Responses

  1. Informasi yang disajikan sangat akurat dan ngebantu riset kecil saya jadi lebih cepat. Top cer! Rekomendasi bacaan tambahan yang relevan bisa diintip di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296975266_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297108088_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297086379_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297634632_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320028580_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296899520_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320336226_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320562355_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297605958_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297363720_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320661183_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320648337_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320719456_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297122959_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320402693_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320688596_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297439040_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297104375_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320687938_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320051816_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297061418_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320009347_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320015774_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297570881_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297075735_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297028373_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297159001_htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: